Minggu, 15 Mei 2016

Suarez Pemain Pertama yang Bisa Mengalahkan Messi dan Ronaldo


Kali ini tidak perlu diragukan lagi bahwa Luis Suarez berhasil menyabet gelar El Pichichi untuk musim 2015-2016. Dengan 40 gol yang dikemas musim ini, El Pistolero unggul lima atas Cristiano Ronaldo di tempat kedua. Suarez mampu mengalahkan rekan satu timnya Lionel Messi dalam pencapaian Top score.
Catatan statistik judi bola online Lebih spesial, ternyata Suarez adalah orang pertama yang mampu mengalahkan Messi dan Ronaldo dalam perebutan gelar El Pichichi sejak musim 2008-2009. Gelar top skor La Liga memang selalu menjadi milik kedua pemain tersebut sejak Diego Forlan meraihnya musim 2008-2009. Dan Kali ini Suarez mampu membuktikannya bahwa dia bisa melebihi Messi dan Ronaldo dalam prestasi Pichichi.
Keberhasilan sang Bombers Barcelona, Suarez terasa semakin lengkap karena dengan bertambahnya tiga golnya ke gawang Granada, di partai pamungkas mampu mengantarkan Barca merengkuh gelar La Liga musim ini. Armada Luis Enrique berhasil mengumpulkan 91 poin atau terpaut satu angka dari Real Madrid di tempat kedua.
Barcelona memulai musim 2015-2016 dengan sangat luar biasa. Sayang memasuki masa-masa akhir, klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut sempat terpeleset dengan menelan tiga kekalahan beruntun. Hasilnya, perolehan poin mereka mampu disamakan oleh Atletico Madrid saat itu. Namun beruntung Barca mampu bangkit saat melawan Deportivo La Coruna dengan menceploskan delapan gol tanpa balas, sehingga akhirnya menjadi sang juara.

Sabtu, 07 Mei 2016

Rahasia Rekor Clean Sheet Jan Oblak

Satu langkah lagi yang memunculkan nama Jan Oblak akan terukir di prasasti rekor La Liga Spanyol. Pada pertandingan pekan lalu, ia menjadi penjaga gawang dengan clean sheet terbanyak (23) dalam sejarah Atletico Madrid. dan diprediksikan pada pekan depan, ia bakal menjadi penjaga gawang dengan catatan kebobolan paling sedikit dalam semusim La Liga.
Dalam catatan statistik agen sbobet casino  awal karier Oblak di Atletico bukan kisah yang diimpikan oleh semua pesepakbola. Rentetan blunder dilakukannya ketika Atletico kalah 3-2 dari Olympiakos, kemudian cedera memaksanya absen cukup lama. Para pengamat pun menilai uang sebesar €16 juta yang dikeluarkan oleh Rojiblancos adalah mubazir. Namun sekarang Jan Oblak telah mampu menepis prediksi masyarakat tersebut dengan menunjukkan sebagai penjaga gawang yang mempu tampil gemilang.
Tidak ada yang menyangka sekalipun pada  musim 2015/16 menjadi momen penebusan sang penjaga gawang Slovenia. Semula Oblak hanya dimainkan untuk menggantikan Miguel Moya yang cedera, tapi performanya terus menanjak. Ia secara konsisten melakukan penyelamatan krusial dan makin jarang melakukan kesalahan. Performa gemilang itu terejawantahkan dalam 33 clean sheet selama 48 laga di semua kompetisi.
Sudah pasti kemajuan signifikan ini tidak hadir dengan instan layaknya kelinci dari topi pesulap. Bukan pula rekor yang muncul dengan mengucap ‘Abrakadabra’. Namun tetap ada rahasia di balik kesuksesan Oblak dan rekan-rekan Atletico tentu tahu apa yang dilakukan eks penjaga gawang Benfica itu sepanjang kariernya.

Fernando Abreu, mantan rekan timnya di Olimpija, mengakui hal itu dan sedikit berbagi cerita tentang sang pemuda yang bekerja keras sejak remaja. “BMW adalah rekan kerja Olimpija Ljubljana, jadi mereka meminjamkan sekitar 15 mobil untuk skuat,” ungkap Abreu. “Namun Oblak, yang masih sangat muda, tidak boleh menyetir sehingga ia harus mengendarai sepeda ke tempat latihan setiap hari.”
Catatan statistik agen sbobet terpercaya menyatakan Jan oblak tidak hanya bekerja keras saat latihan, karakter Oblak terlihat pula dari prosesnya belajar bahasa Spanyol. Sejak fasih menggunakan bahasa Spanyol, kiper 23 tahun itu makin pandai mengatur area kotak penalti. Kombinasi dengan Diego Godin dan Jose Maria Gimenez dalam bertahan pun berpotensi memecahkan rekor kebobolan paling sedikit dalam semusim La Liga. Inilah bukti nyata bahwa Oblak mampu tampil bagus.
Selama pertandingan  69 laga, mantan kiper Benfica itu sudah mencatatkan 41 clean sheet. Musim ini saja ia hanya kebobolan 16 gol dalam 36 pertandingan (rata-rata 0,44 gol per laga) La Liga. Jika Oblak mampu mempertahankan rekor itu di dua laga tersisa, dia bakal menjadi pemecah rekor baru La Liga. Sebagai Kiper yang paling sedikit kebobolan.